Minggu, 12 Februari 2012

Proposal dalam bahasa inggris

I. BackgroundSince time immemorial Indonesia is a country rich in natural resources that are useful, ranging from mining, agriculture and many other natural resources that are not biased I mentioned one by one. The bias of natural resources used for something beranfaat and high value, of course, only people who are creative and innovative thinking that biases do it.However, there are very disayangakan communities are generally less aware of the consumer and to take advantage of existing natural resources.Therefore, the authors would like to try a product that is different from the others, and do not contain preservatives or other ingredients that could harm consumers. This product is "Chips". You have probably heard and this product is no stranger Laing known by consumers.Another reason the author chose this product because it tastes good but also because a sizable market opportunity is large, so the authors are interested in him. In addition, this product is not a huge cost.


II. Market OpportunitiesToday many foods sold in the market but not necessarily a product is healthy for your health. People can do anything to make a living without thinking about the impact of such actions as well as snacks that are currently circulating in the market. The food business is not thinking about the impact that would occur due to the chemicals contained in these foods. All they think about is how do they sell these products sell well in the community."Chips" made by this writer is not one hundred percent mengadung artificial colorings or other hazardous materials that could harm consumers. It is also relatively cheap so it can be consumed by all people and it feels good too.

III. Market SegmentationTarget market to choose from writer is the author of the neighborhood and students SMK Darul Ulum Rangkasbitung.This product can also be consumed by all people, both among the upper, middle, or bottom, because the price is affordable.Due to the large demand for these products, the authors did not hany market this product among schools, but also among the public about living authors.

IV. Benefits and Product ExcellenceA. The benefits:A. Suitable to serve as a snack at a time when relaxed.2. Can be presented as a substitute side dishes to eat.B. ExcellenceA. Durable.2. Crispy and crunchy.3. Do not use preservatives and other harmful substances4. It was very tasty.

V. Production ProcessIngredients:No. Name Number of Materials1 ½ kg potatoes 12 1 liter of cooking oil3 Masako 2 pcsSeasonings 4 flavors 2 pcs5 Plastic 10 x 25 1 pcs6 Shallots 3 cloves7 3 cloves garlic8 red chillies 5 cloves9 Salt 1 pcs

Making process:A. Provide all materials and tools.2. Peeling potatoes, washing the potatoes are peeled.3. Slice the potatoes that have been washed.4. Heat the oil a few minutes and then put the potatoes into the oil that is heated.5. While waiting for cooked potatoes, mashed herbs to be mixed with the potatoes.6. Once finished fried potatoes.7. Gorenglah ingredients that will be mixed with the potatoes.8. Toss potatoes with seasoning to taste equally tasty and delicious.9. Wrap with plastic chips.10. Potato chips ready for consumption.

VI. Budget Plan (RAB) and the Profit and LossA. Budget Plan (RAB)No. Name of Material Unit Price Total Number of1 ½ kg potatoes 1 Rp. 5000 USD. 70002 1 liter of cooking oil is Rp. 9000 USD. 90003 Masako Rp 2 pcs. 500 USD. 1000Seasonings 4 flavors 2 pcs Rp. 100 USD. 2005 Plastic 10 x 25 1 pcs USD. 2000 USD. 20006 Shallots 3 cloves of Rp. 1000 USD. 10003 cloves garlic 7 USD. 500 USD. 5008 red chillies 5 cloves of Rp. 1000 USD. 10009 Salt 1 pcs USD. 500 USD. 500The amount of Rp. 22 200
• Number of products: 50 packs• Cost of production: Rp. 22 200• Selling price: Rp. 500Number of products - the cost of production = income25000-22200 = 2800So the profit obtained in the one-time production is Rp. 2800

VII. SWOT AnalysisStrength (strength)a. Do not use preservativesb. Do not use artificial coloring
Wealness (weaknesses)a. The manufacturing process complicatedb. Excess fatc. Easily destroyed
Opportunity (the threat)a. Many competitors
Threat (business opportunities)a. His efforts easier to bearb. Does not require large capitalc. Much in demand
VIII. CoverA. ConclusionAfter the writers and production activities of this proposal can be summarized as follows.A. This proposal is necessary to train students of creativity and hone students' abilities.2. Manufacture of snack products are more easily made and the materials needed are not hard to find.B. SuggestionThe suggestions given are as follows.A. It should be added the time in the execution of tasks in order to get maximum results.2. Mentors give more attention and more accurate explanation of the proposal is good and right.


















Autobiography


Ernawati my name, I was born on January 5, 1994 in the town of Serang. I-5 child of 6 children. Now I was sitting in class XII SMK Darul Ulum Rangkasbitung. When I was junior, I was in junior 2 Pamarayan.I come from a family of simple and ordinary. My last brother now teteh class X SMK and I work in Jakarta.

Sabtu, 04 Februari 2012

LAPORAN
PRAKTEK KERJA INDUSTRI
( PRAKERIN)
PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
KABUPATEN LEBAK
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Pendidikan di SMK Darul Ulum Rangkasbitung
Tahun Pelajaran 2010-2011









Disusun Oleh:
Narshem
NISN.9945859167

YAYASAN DARUL ULUM
SMK DARUL ULUM RANGKASBITUNG
Jl. Kuncoro Jakti KM.07 Ds. Kolelet Wetan Kec. Rangkasbitung
Lebak-Banten
2011

KATA PENGANTAR
Segala Puji dan Syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Prakerin ini.
Penyusunan Makalah ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh penulis selaku siswa SMK Darul Ulum Rangkasbitung untuk dapat mengikuti Ujian Nasional (Uji Kompetensi) ini bertujuan agar penulis dapat membandingkan secara langsung antara ilmu yang didapat di sekolah dan juga sebagai study kelayakan dari kejadian, keadaan dan kenyataan yang sebenarnya di tempat tersebut. Laporan Prakerin ini tentu saja tidak terlepas dari kaitannya dengan proposal yang telah dilaksanakan untuk memenuhi Makalah ini penulis menyusun Makalah berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah diberitahukan oleh guru pembimbing maupun langsung dari ketua jurusan khususnya Tata Niaga/Penjualan.
Laporan ini berhasil disusun berkat bantuan dan do’a serta dorongan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Kedua Orang Orang Tua yang telah memberikan dukungan baik secara moril maupun material sehingga Laporan Prakerin ini dapat diselesaikan;
2.      Allah S.W.T. yang telah memberikan Rahmat dan Hidayanhnya
3.      Bpk Masta selaku Guru Pembimbing;
4.      Teman-teman yang telah memberikan pendapat dan masukan yang baik.
Besar harapan penulis agar Makalah ini dapat memberikan manfaat bagi siswa SMK Muhammadiyah 2 Rangkasbitung khususnya dan bagi pembaca umumnya. Penulis menyadari bahwa penyusunan Makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dari segi bahasa maupun penyajian, karena penulis masih dalam tahap belajar, tidak lupa penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk meyempurnakan Makalah ini..

Rangkasbitung,    Maret 2011

Penyusun,






DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR ....................................................................................................i
DAFTAR ISI  ……………………………………………………...……………………….... ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang ………………………………………………………………………………...1
1.1   Maksud dan Tujuan ……...………………………………………………………….1
1.2   Sistematika Pembahasan…………………………………………………………….2
1.3   Sisrematika Penulisan …………………………………………………………….…2
BAB II TINJAUAN UMUM
2.1 Sejarah Singkat………………………………………….…………………….……..3
         2.1.1 Visi Dinas Perindustrian dan Perdagangan........................................................3
         2.1.2 Misi Dinas Perindustrian dan Perdagangan……………….……………………....3
2.2 Letak Geografis……………………………………………………………………...5
2.3 Status………………………………………………………………………………...6
2.4 Kedudukan, Tugas dan Fungsi……………………………………………...…. …...7
2.5  Susunan  Organisasi ………………………………………………………..….……8
2.6 Keadaan Sumber Daya Organisasi............................................................................11

BAB III TINJAUAN KHUSUS
         Berdasarkan Job Masing-masing
BAB IV PENUTUP ………………………………………………………………………….13
4.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………..13
4.2 Saran-saran ……………………………………………………………….…….….13

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sehubungan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Darul Ulum Rangkasbitung, mengenai penyusunan Laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin) yang harus dilaksanakan oleh seluruh siswa Kelas II, maka dari itu seluruh siswa harus melaksanakan kewajibannya yaitu melakukan Prakerin yang dilaksanakan oleh para siswa/i baik pada kantor maupun Instansi Pemerintah yang dapat dialokasikan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Lebak.
Selain Kami melaksanakan Prakerin pada Disperindag, kami memperoleh data-data yang diperlukan dalam penyusunan Laporan Prakerin.

1.2  Maksud dan Tujuan
Dalam ini penyusun akan membahas mengenai sejarah Dinas Perindustrian dan Perdagangan .Adapun maksud dari pembuatan  Laporan Prakerin ini adalah merupakan salah satu syarat untuk menempuh Uji Kompetensi dan Ujian Akhir Nasional (UAN).
Selain itu, pembuatan Laporan Prakerin ini bertujuan untuk, sbb :
  1. Untuk memenuhi salah satu syarat Ujian Akhir Nasional (UAN);
  2. Mendidik bagi setiap siswa (i) untuk mampu membuat Laporan;
  3. Melatih diri dalam menerapkan teori dan praktek;
  4. Agar dapat membedakan aktivitas sehari-hari dengan dunia usaha;
  5. Menambah keterampilan penulis sebagai bekal memasuki dunia usaha;
  6. Melatih cara pengumpulan data untuk membuat Laporan

1.3  Sistematika Pembahasan
1.3.1        Metode Pengumpulan Data
Sebelum penulis menyusun  Laporan ini, penulis terlebih dahulu mengadakan penelitian dan pengamatan untuk mengumpulkan data-data sehingga tersusun Laporan Prakerin ini.

1.3.2        Metode Wawancara
Dalam mengadakan wawancara penulis mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan kantor Disperindag dan penulis mengumpulkan bahan ataupun data dari hasil wawancara tersebut selama perakerin


1.3.3        Metode Observasi
Dengan cara ini penulis dapat melakukan penelitian secara langsung yaitu terjun kelapangan untuk mengadakan penelitian pada Disperindag dan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah di dapatkan selama belajar di sekolah.



1.4  Sistematika Penulisan
Dalam Sistematika Penulisan Membahas Sebagai Berikut ;
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
1.2  Tujuan Pembuatan Laporan
1.3  Sistematika Pembahasan
1.4  Metode Penelitian
BAB II TINJAUAN UMUM
2.1 Sejarah Singkat Dinas Perindag
2.2 Letak Geografis
2.3 Status
2.4 Kedudukan, Tugas dan fungsi
2.5 Struktur Organisasi
2.3 keadaan sumber Daya Organisasi
BAB III PEMBAHASAN
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran-Saran
BAB II
TINJAUAN UMUM
2.1 Sejarah Singkat
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lebak merupakan penggabungan antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan Kantor Pengelolaan Pasar yang di bentuk berdasarkan peraturan Daerah (PERDA) No. 11 2007 Tentang pembentukan dan struktur organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lebak.
Dimana sebelumnya sebagaimana kita ketahui bahwa Dinas Perindustrian dan Perdagangan merupakan gabungan dari dari cabang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lebak, Provinsi Jawa Barat dan Departemen Perdagangan Kab. Lebak dan Provinsi Jawa Barat .
Pada saat diberlakukannya Otonomi Daerah berdasarkan UU. No 22 Tahun 1999, Maka EX. Cabang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Barat dan EX. Kantor Departemen Kabupaten Lebak di gabung menjadi satu kesatuan Dinas yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang di bentuk berdasarkan peraturan daerah (PERDA) Kabupaten Lebak No. 54 Tahun 2000 tentang pembentukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lebak. Junto peraturan daerah (PERDA) Kabupaten Lebak No. 4 Tahun 2003 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Kabupaten Lebak.
Hal ini, sejalan dengan terbentuknya Provinsi Banten yang secara Administratif memisahkan diri dari Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2000 lalu.

2.1.1 Visi Dinas Perindag
Visi dinas perindustrian dan perdagangan Kabupaten Lebak :”Terwujudnya Daerah Perdagangan Industri Kecil Dan Menengah yang Maju Mandiri Berbasis Ekonomi Pedesaan.

2.1.2 Misi Dinas perindag.
1.            Membina dan mengembangan usaha industri terutama agro industri ;
2.            Membina dan mengembangkan usaha perdagangan ;
3.            Meningkatakan dan mengembangkan investasi.
4.            Membina dan mengembangkan pasar desa dan sarana/ prasarana pasar
5.            Membina dan mengembangkan lapangan usaha dan lapangan kerja di perdesaan
6.            Membina dan mengembangkan perencanaan danpengembamgan teknis dinas bagi usaha kecil dan menengah dengan pertumbuhan ekonomi lokal

Beberapa kebijakan untuk mencapai Visi dan Misi Dinas perindustrian dan perdagangan   Kabupaten Lebak
1.       Kebijakan pengembangan usaha industri diarahkan pada pengembangan agro industri kecil unggulan dan industri kecil potensial terutama yang memanfaatkan bahan baku lokal berorientasi pasar dan berwawasan lingkungan;
2.      Kebijakan usaha perdagangan diarahkan pada pengembangan usaha dagang kecil  non formal, peningkatan pemasaran produk lokal atau unggulan, tetap tersedianya barang-barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya di pasaran serta peningkatan upaya perlindungan terhadap konsumen;
3.      Kebijakan pengembangan investasi di arahkan pada pengembangan investasi swasta yang berskala menengah / besar baik PMDN, PMA maupun non fasilitas diberbagai bidang usaha yang berorientasi pada peningkatan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki oleh Kabupaten Lebak serta berwawasan lingkungan.


2.2 Letak Geografis

Dinas Perindustrian dan Perdagangan terletak di Kabupaten Lebak Jl. M.A. Salmun No. 5 Rangkasbitung dengan letak geografisnya sebagai berikut :
Kabupaten Lebak mimiliki wilayah seluas 3.044,72 Km atau 304.472 ha, dan merupakan kabupeten terluas di provinsi Banten secara Administratif, sebelah utara Kabupaten Lebak berbatasan dengan Kabupaten Serang dan Tangerang, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Sukabumi, sebelah barat dengan Kabupaten Pandeglang, dan sebelah selatan dengan samudera indonesia. Luas laut yang menjadi kewenangan Kabupaten Lebak seluas 55,6 Km dengan panjang pantai kurang lebih 75 Km.
Secara geografis letak Kabupaten Lebak berada pada 105 c BT dan 106 30 c BT dan 618 c-7 LS. Sedangkan keadaan topografi cukup berfariasi, yaitu berada pada ketinggian 0-1000 meter diatas permukaan laut (dpt). Wilayah yang berada pada ketinggian 0-200 meter Diatas permukaan laut terdapat disepanjang pantai selatan wilayah dengan ketinggian 201-500 meter PPL berada di Lebak tengah sedangkan wilayah yang berada pada ketinggian 501-1000 meter Diatas permukaan laut berada di Lebak Timur. Curah hujan rata-rata adalah 2000-4000 mm per tahun.

2.3 Status

Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga merupakan salah satu Dinas yang ada di lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Lebak dengan memiliki Struktur organisasi yang berbentuk Dinas yang di Pimpin oleh Kepala Dinas dengan Kedudukan Esselon II. b. Terdapat I Esselon III.a dan III.b serta di bantu pelaksanaann tugasnya para Pejabat Struktural Esselon IV.a.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan merupakan salah satu perangkat organisasi pemerintah Kabupaten Lebak ( PEMKAB) sesuai dengan Undang-undang nomor 22 Tahun 1999 tentang pelaksanaan Otonomi Daerah, Pemerintah daerah Kabupaten Lebak membentuk perangkat Daerah diantaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan dibentuk berdasarkan peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 54 Tahun 2000 tentang Pembentukan Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Lebak dan Junto (penambahan peraturan). PERDA No. 4 tahun 2003 tentang pembentukan organisasi dan tatakerja perangkat daerah Kabupaten Lebak dan telah dirubah berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Lebak Nomor 10 tahun 2007 tentang pembentukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak.


2.1 Kedudukan, Tugas dan Fungsi
Ø  Kedudukan
1.  Dinas perindustrian dan perdagangan adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah di bidang Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan pasar;
2.  Dinas Perindustrian dan Perdagangan dipimpin oleh Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekertaris Daerah.
Ø  Tugas
Dinas mempunyai tugas melaksanakan kewenangan Otonomi Daerah di bidang Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar serta melaksanakan tugas pembantuan yang di serahkan kepada Pemerintah Daerah.
Ø Fungsi
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 22 Dinas perindustrian dan perdagangan mempumyai fungsi :
a)  Perumusan kebijakan teknis pengembangan usaha industri perdagangan dan pengelolaan pasar serta urusan perijinan dan rekomendasi;
b) Perumusan kebijakan pembinaan dan pengawasa usaha industri, perdagangan dan pengelolaan pasar;
c)  Pelaksaaan tugas bimbingan teknis operasional di bidang perindustrian yang meliputi industri Agro dan Hasil Hutan, Industri Logam, Mesin dan Kimia, serta aneka Industri;
d) Pelaksanaan tugas bimbingan dan pengawasan usaha perdagangan, meliputi sarana perdagangan, pengendalian persediaan barang dan jasa serta perlindumgan konsumen;
e)  Pelaksanaan tugas teknik operasional di bidang pengelolaan pasar yang meliputi pasar-pasar milik pemerintah dan pembinaan pasar modern milik swasta;
f)Pelaksanaan pemberian perijinan dan rekomendasi di bidang Industri, perdagangan, dan penghunian tanah, banguna dan gedung milik pemerintah Daerah;
g) Pelaksaan koordinasi dan kerja sama dengan Dinas/Instansi terkait, Swasta, Organisasi/Asosiasi dunia usaha dalam rangka pengembangan usaha industri, Perdagangan dan Pengelola pasar;
h) Pelaksana perencanaan dan pengendalian di bidang industri, Perdagangan dan Pengelola pasar;
i) Pelaksana urusan Tata Usaha Dinas.

 2.2 Sususnan Organisasi
Dinas terdiri dari unsur organisasi :
a.       Pimpinan adalah Kepala Dinas;
b.      Pembantu Pimpinan adalah Sekretariat;
c.         Pelaksana adalah Kepala-Kepala Bidang, Kepala Seksi, Kepala UPTD dan Kelompok Jabatan Fungsional.
Sususnan Organisasi Dinas terdiri dari:

a.       Kepala Dinas :

b.      Sekretariat :
1.      Sub Bagian Umum
2.      Sub Bagian keuangan
3.      Sub Bagian Program

c.       Bidang Perindustrian
1.      Seksi Industri Agro dan Hasil Hutan;
2.      Seksi Industri, Logam Mesin dan Kimia;
3.      Seksi Aneka Industri.

d.      Bidang Perdagangan
1.      Seksi Perdagangan Usaha Perdagangan;
2.      Pengadaan dan Penyaluran;
3.      Seksi Perlindungan Konsumen..

e.       Bidang Pengelolaan Pasar
1.      Seksi Retribusi Pasar;
2.      Seksi Kebersihan dan Keamanan Pasar;
3.      Seksi sarana dan Prasarana

f.       Bidang Perencanaan dan Evaluasi
1.      Seksi Pendataan;
2.      Seksi Pengendalian dan Pengawasan;
3.      Seksi Evaluasi dan PeMakalah.

g.      Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD )
h.      Kelompok Jabatan Fungsional.


  1. Status Kepegawaian
Kekuatan Pegawai Dinas Perindag Kabupaten Lebak berjumlah 116 orang. Yang Meliputi :
    • Golongan      IV/b     =   1  Orang
    • Golongan      IV/a     =   3  Orang
    • Golongan      III/d     =   13 Orang  
    • Golongan      III/c     =    3  Orang
    • Golongan      III/b     =    5  Orang
    • Golongan      III/a      =   7  Orang
    • Golongan      II/d       =   3  Orang
    • Golongan      II/c       =   3  Orang
    • Golongan      II/b       =   2   Orang
    • Golongan      II/a       =   13  Orang
                       TKK         =   9    Orang
                    Sukwan Lokal Dinas     =   51  Orang



  1. Jabatan Struktural dan Fungsional
Jabatan Struktural dan Fungsional di Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Kabupaten Lebak berjumlah 17 Jabatan Struktural dan 1 Jabatan Fungsional, terdiri dari :
·         Esselon                 II.b         =      1    Orang
·         Esselon                 III.a        =      1    Orang
·         Esselon                 III.b        =      4      Orang
·         Esselon                 IV.a        =      16    Orang
·         Fungsional                           =       -      Orang
  1. Pendidikan
·         Sarjana (S2)                              =       3      Orang
·         Sarjana (S1)                              =       12    Orang
·         Sarjana Muda / D3                    =       6      Orang
·         SLTA                                        =       28    Orang
·         SLTP                                         =       2      Orang
·         SD                                             =       3      Orang   
  1. Penjenjangan
Pegawai Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal Kabupaten Lebak yang sudah mengikuti Diklat Penjenjangan sebanyak 22 Orang dan Fungsional  1 Orang dengan perincian sebagai berikut
    1. SPAMEN/DIKLATPIM Tk. II     =    -      Orang
    2. SPAMA/DIKLATPIM Tk.II        =    2      Orang
    3. ADUMLA                                     =    1     Orang
    4. ADUM/DIKLATPIM Tk.IV         =    16   Orang
    5. Diklat Fungsional                          =    2     Orang








BAB III
TINJAUAN KHUSUS


2.3 Tugas dan fungsi masing-masing bagian pada Dinas Perindag
Dinas Perindustrian dan Perdagangan adalah unsur palaksana Pemerintah Daerah di bidang perindustrian, perdagangan dan pengelolaan pasar dan di pimpin oleh Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

3.3.1 Tugas dan fungsi Kepala Dinas
Kepala Dinas mempunyai Tugas Sebagai berikut :
Kepala Dinas mempunyai tugas memimpin, Mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan sebagian urusan rumah tangga Daerah di bidang perindustrian, perdagangan dan pengelolaan pasar serta pembantuan yang di tugaskan kepada Pemerintah daerah.
Untuk menyelenggarakan tugas Kepala Dinas mempinyai fingsi sebagai berikut :
a)      Pelaksanaan pengkajian, perencanaan dan perumusan kebijakan di bidang perindustrian,perdagangan dan pengelolaan pasar
b)      Penyusunan rencana dan program kerja dalam rangka pelaksanaan tugasnya
c)      Pelaksanaan pengendalian kegiatan dinas
d)     Pelaksanaan hubungan kerjasamadengan semua instansi baik pemerintah maupun swasta untuk kepentingan palaksanaan tugas di bawah koordinasi Bupati
e)      Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan rekomendasi pembangunan di bidang perindustrian, perdagangan dan pengelolaan pasar
f)       Pemberian informasi, saran dan pertimbangan mengenai perindustrian,perdagangan dan pengelolaan pasar kepada bupati sebagai bahan untuk menentukan kebijakan atau membuat keputusan
g)      Pembinaan dan peningkatan kenerja para pegawai dalam lingkungan dinasnya
h)      Pertanggunajawaban Kepala Dinas secara teknis administratif kepada Bupati melalui Sekertaris Daerah.

3.3.2 Tugas dan Fungsi Sekertariat
Tugas Sekretariat sebagai berikut :
Sekertariat di pimpin oleh seorang Sekertaris yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Kepala Dinas serta mempunyai tuigas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan, administrasi kepegawaian, penyusunan program dan umum. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut di atas, Sekertaris mempunyai fungsi ;
a)      Mengelola ketatausahaan, Administrasi keuangan, administrasi umum dan perlengkapan di lingkungan Dinas.
b)      Mengelola administrasi kepegawaian, pembinaan dan pengembangan pegawai
c)      Melaksanakan pengendalian kegiatan di lingkungan Dinas
d)     Menyusun bahan dan evaluasi peleporan.

Sekertaris membawahi :
a.       Sub Bagian Umum ;
b.      Sub Bagian Keuangan ;
c.       Sub Bagian Program ;

Sub Bagian – Sub Bagian sebagaimana tersebut pada ayat (3) Pasal ini, masing-masing di pimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Sekertaris.

a.       Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan Surat menyurat, Kearsipan,ekspedisi, pengadaan, rumah tangga, administrasi kepegawaian, Perjalanan Dinas dan perlengkapan serta inventarisasi kantor.
b.      Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunana rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja serta penatausahaan administrasikeuangan dinas.
c.       Sub Bagian Program mempunyai tugas menghimpun bahan/data untuk menyusun rencana kegiatan dinas, membuat statistik, mengevaluasi Makalah kegiatan dinas.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan terdiri dari 4 (empat) bagian yaitu: bidang Industri, bidang perdagangan, bidang pengelolaan pasar dan bidang perencanaan/evaluasi.

Bidang Perindustrian

Bidang Perindustrian di pimpin oleh Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Kepala Dinas serta mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengembangan usaha industri agro, yang meliputi industri hasil pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan dan industri logam, mesin, kimia, elektronika, industri aneka serta pelayanan rekomendasi perijinan.
Untuk Menyelenggarakan tugas sebagaimana Bidang Perindustrian mempunyai fungsi :
  1. Pelaksanaan penyusunan rencana bimbingan teknis pengembangan usaha industri dan penyiapan urusan perijinan ;
  2. Pelaksanaan penyusunan rencana bimbingan teknis usaha industri agro dan non agro industri, yang meliputi Industri hasil pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan, Industri logam, mesin kimia, elektronika dan aneka serta pengembangan teknologi industri yang berwawasan lingkungan;
  3. Pelaksanaan Peyusunan rencana bimbingan teknis peningkatan mutu hasil produksi, penerapan standar, pengawasan mutu, diversifikasi produk dan inovasi tekhnologi ;
  4. Pelaksanaan penyusunan rencana pemberian bantuan peralatan produksi industri kecil agro dan hasil hutan, produksi industri kecil logam, mesin dan kimia serta aneka;
e.       Pelaksanaan penyusunan rencana promosi produk industri kecil agro dan hasil hutan, produksi industri kecil logam, mesin dan kimia serta aneka;
  1. Pelaksanaan penyusunan rencana dalam rangka memfasilitasi kerjasama pengembangan industri kecil agro dan hasil hutan, produksi industri kecil logam, mesin dan kimia serta aneka, melalui pola kemitraan usaha dan akses permodalan;
  2. Melaksanakan koordinasi dan sosialisasi tekhnologi industri yang berwawasan lingkungan yang meliputi produksi industri agro dan hasil hutan, produksi industri hutan, produksi industri logam mesin dan kimia serta aneka;
  3. Pelaksanaan penyusunan rencana pengendalian dan pengawasan industri agro hasil hutan, industri logam, mesin dan kimia serta aneka;
  4. Penyusunan bahan evaluasi dan peMakalah.

Bidang Perindustrian, menggaris bawahi :
    1. Seksi Industri agro dan hasil hutan;
    2. Seksi Industri logam, mesin dan kimia;
    3. Seksi aneka industri.


Bidang Perdagangan
Bidang Perdagangan dipimpin oleh seorang kepala bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Kepala Dinas serta mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengembangan usaha perdagangan, penggadaan penyaluran dan perlindungan konsumen.
Bidang Perdagangan mempunyai fungsi sebagai berikut :
a)      Pelaksanaan penyusunan rencana bimtek pengembangan usaha dan sarana perdagangan;
b)      Melaksanakan pembina, pengembangan, pengawasan, pemberian ijin danh rekomendasi, monitoring dan evaluasi usaha;
c)      Melaksanakan peMakalah sistem informasi perdagangan dan penyusunan potensi usaha, promosi dan pembantuan usaha komoditi di bidang perdagangan;
d)     Melakukan koordinasi dan sosialisasi kebijakan ekspor-impor serta monitoring dan peMakalah kebijakan ekspor-impor;
e)      Melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pemberdayaan PPBJ (Petugas Pengawas Barang beredar dan Jasa), PPNS-PK (Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Perlindungan Konsumen) serta penyidik tindak pidana Undang-Undang metro logi Legal;
f)       Melaksanakan pembinaan, pengaturan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pasar lelang dan pelaku passar lelang;
g)      Melaksanakan penyusunan rencana dalam rangka pembinaan perijinan yang meliputi Surat ijin Usaha (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Tanda Daftar Gudang (TDG) dan surat ijin lainnya;
h)      Melaksanakan penyusunan rencana dalam pengadaan penyaluran barang-barang kebutuhan pokok;
i)        Melaksanakan penyusunan rencana dalam rangka kegiatan pengembangan usaha, penyaluran, perlindungan konsuman dan Kemetrologian;
j)        Pelaksanaan pengendalian dan pengawqasan usaha perdagangan;
k)      Penyusunan bahan evaliasi.

Bidang Perdagangan menggaris bawahi :
1.      Seksi pengembangan usaha;
2.      Seksi pengadaan penyaluran;
3.      Seksi perlindungan konsumen.




Bidang Pengelolaan pasar
Bidang Perdagangan dipimpin oleh seorang kepala bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Kepala Dinas serta mempunyai tugas menyusun bahan-bahan pembinaan kelembagaan dan pengembangan pengelolan pasar.
Bidang Pengelolaan pasar Mempunyai fungsi sebagai berikut :
a)      Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan di bidang pengelolaan pasar, tanah bangunan dan gedung milik Pemerintah Daerah di lingkungan pasar;
b)      Pelaksanaan pangkajian, perencanaan dan perumusan kebijakan serta petunjuk teknis di bidang pengelolaan pasar, tanah, bangunan dan gedung milik Pemerintah Daerah di lingkungan pasar;
c)      Pelaksanaan petunjuk teknis pengaturan dan syarat-syarat penghunian bangunan, panyewaan, penyelesaian sengketa, pemeliharaan dan pengembangan struktur serta pengosongan bangunan, lahan dan fasilitas lainnya yang dimiliki/dikuasai Pemerintah Daerah di lingkungan pasar;
d)     Pelaksanaan penyusunan petunjuk teknis pelepasan, tukar menukar lahan dan bangunan dalam lingkungan pasar milik Pemerintah Daerah;
e)      Pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana, kebersihan dan keindahan, pemasangan dan pemeliharaan penerangan, pemantauan dan pengendalian keamanan di lingkungan pasar;
f)       Pelaksanaan penertiban penagihan retribusi, pengelolaan pembukuan dan perijinan yang meliputi pemakaian lahan, penghunian bangunan serta fasilitas lainnya yang dimiliki/dikuasai Pemerintah Daerah di lingkungan pasar;
g)      Penyusunan bahan evaluasi dan peMakalah.
Bidang Pengelolaan Pasar membawahi :
1.      Seksi Retribusi Pasar ;
2.      Seksi Kebersihan dan Keamanan Pasar ;
3.      Seksi Sarana dan Prasarana Pasar.


Bidang Perencanaan dan Evaluasi
Bidang Perencanaan dan Evaluasi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Kepala Dinas serta mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah Data dan penyampaian informasi, penyusunan rencana,pengendalian dan pengawasan atas pelaksanaan program pengembangan industri dan perdagangan, koperasi, pengelolaan pasar dan di daerah serta program kerja tahunan, melaksanakan program kerjasama serta menyusun bahan evaluasi dan peMakalah.
Untuk menyelenggarakan tugas Bidang Perencanaan dan Evaluasi     mempunyai fungsi ;
 Untuk menyelenggarakan tugas Bidang Perencanaan dan Evaluasi     mempunyai fungsi :
  1. Pelaksanaan penyusunan perencanaan program dan kerjasama dalam rangka keterpaduan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan industri, perdagangan koperasi dan pengelolaan pasar serta daerah ;
  2. Pengendalian dan pengawasan atas pelaksanaan pembinaan dan pengembangan industri, perdagangan dan pengelolaan pasar serta daerah ;
  3. Penyusunan rencana kerja tahunan dinas di bidang industri, perdagangan koperasi dan pengelolaan pasar serta daerah ;
  4. Pelaksanaan pengumpulan dan data statistik ;
  5. Pelaksanaan pemantauan dan pengendalian pelaksanaan program dan kegiatan dinas ;
f.       Pelaksanaan penyusunan evaluasi dan evaluasi dari peMakalah kegiatan dinas.
       Bidang Perencanaan dan Evaluasi membawahi :
    1. Seksi Pendataan ;
    2. Seksi Pengendalian dan Pengawasan ;
    3. Seksi Evaluasi dan Pemakalah.




BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dari seluruh uraian yang penulis kemukakan mulai dari bab I sampai dengan Bab Penutup yang berkaitan dengan sejarah Dinas perindustrian dan perdagangan dapat kita simpulkan bahwa dari hasil pelaksanaan Prakerin di Dinas perindustrian dan perdagangan Kabupaten Lebak penulis dapat mengetahui baik secara langsung maupun tidak langsung keadaan Tugas dan Pokok dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebagai salah satu Instansi/ Lembaga Pemerintahan dimana Dinas perindustrian dan perdagangan mempunyai kebijakan dalam pengembangan di bidang Perindustrian dan Perdagangan yang berorientasi pada peningkatan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki oleh Kabupaten Lebak serta berwawasan lingkungan sebagai bentuk kewajiban Pemerintah Daerah dalam mensejahterakan masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Lebak.
Kita bisa banyak belajar cara kerja yang benar dari hasil Prakerin yang telah dilakukan sehingga bermanfaat bagi penulis sebelum terjun di dunia kerja yang sesungguhnya.  
4.2 Saran-saran
Akhir dari Laporan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari semua pihak sehingga penyusunan Laporan terselesaikan dengan baik. Disamping itu, penulis ingin memberikan saran-saran baik ditujukan kepada penulis sendiri maupun kepada pihak-pihak yang mungkin akan membuat Laporan Praktek Kerja Industri sehingga dapat lebih baik lagi di masa yang akan datang.
  1. Dalam hal penyusunan Laporan Praktek Kerja Industri hendaknya para siswa(i) sering melakukan Bimbingan kepada guru pembimbing.
  2. Dalam melaksanakan Praktek hendaknya para siswa harus memperhatikan aturan-aturan yang telah diberikan oleh pihak sekolah
  3.  Bersungguh-sungguh mengerjakan Laporan agar dapat selesai sesuai dengan target yang diinginkan.